MOTIVASI DAN INOVASI DALAM KEWIRAUSAHAAN
Oleh
E. Kosmajadi
Pendahuluan
Bagi seseorang, hidup adalah anugrah dari Allah SWT. Berani hidup merupakan bentuk rasa syukur atas anugrah Allah, berusaha mempertahankan hidup merupakan perjuangan mulia, dan upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup adalah motivasi utama dalam kewirausahaan.
Berwirausahan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup diperlukan keberanian, karena berwirausaha bagaikan memasuki sebuah arena yang penuh dengan tantangan, rintangan, dan hambatan bahkan mungkin ancaman. Dengan keberanian, seseorang akan masuk ke arena perjuangan nyata yang patut diwaspadai karena berbagai kemungkinan bisa terjadi. Pada saat terjadi hambatan, seorang wirausahawan akan merasa bahwa jalan untuk menempuh sukses seakan buntu dan membahayakan, dalam kondisi demikian keberanian mulai berkurang dan harapan mulai memudar, jika tidak ada kekuatan pendorong untuk maju cita-cita menjadi pengusaha sukses akan kandas di tengah jalan, dan gagal. Maka, di sinilah perlunya MOTIVASI, agar terus berjuang melawan hambatan bahkan kalaupun jatuh akan segera bangkit kembali.
Bagi seseorang yang memiliki motivasi kuat, ia akan terus melangkah melanjutkan perjuangan dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya, jatuh-bangun akan dianggap sebagai seni hidup yang dinamis. Namun, walaupun seseorang ditakdirkan menjadi pengusaha sukses, bukan berarti bebas dari halangan dan rintangan. Peribahasa mengatakan, semakin tinggi pohon menjulang ke angkasa, semakin besar angin menerpa. Demikian juga bagi pengusaha, di tengah perjalanannya akan bertemu dengan situasi di mana di dalamnya terdapat persaingan yang sulit dihindari. Dalam kondisi ini, wirausahawan berkewajiban mempertahankan eksistensi usahanya dengan menjaga sekuat tenaga, bagaimana caranya agar pelanggan tetap setia dan tidak pindah ke produk lain. Salah satu cara yang dapat diandalkan adalah ber-INOVASI.
Motivasi
Secara harfiah, kata motivasi dapat disamakan artinya dengan dorongan. Tetapi perlu dipahami bahwa dorongan di sini bersifat psikologis, karena motivasi merupakan wilayah kejiwaan, rohaniah, atau batiniah yang erat kaitannya dengan spirit seseorang. Sebagai pembanding, coba perhatikan jika ada seorang anak mendorong kursi. Istilah mendorong di sini tidak dapat disamakan artinya dengan memotivasi. Apabila tetap mau mencoba, silahkan ucapkan "Anak Pak Lurah memotivasi kursi", orang yang mendengar tentu akan tertawa.
Oleh karena itu, motivasi dapat disamakan maknanya dengan mendorong atau dorongan apabila digunakan untuk manusia yang memiliki jiwa, hati, semangat, dan rasa. Selain itu, perlu juga dipahami bahwa seseorang (individu) dapat diberi dorongan oleh orang lain (dimotivasi), jika ia sendiri memiliki motivasi dalam dirinya. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa motivasi terdiri dari dua macam, yaitu motivasi dari dalam diri sendiri (motivasi intrinsik) dan motivasi yang datang dari orang lain (motivasi ekstrinsik).
Dalam kewirausahaan, yang paling utama adalah motivasi intrinsik, diperlukan motivasi ekstrinsik manakala motivasi instrinsik mengalami penurunan. Kekuatan motivasi intrinsik merupakan fondasi kuat bagi kemandirian, dan kemandirian merupakan rohnya kewirausahaan. Seseorang belum dapat dikatakan sebagai wirausahawan sejati, manakala masih bergantung kepada pihak lain. Dengan motivasi yang terus membara, seorang wirausahawan tidak akan mengenal putus asa, ia akan terus berjuang, berjuang, dan terus berjuang. Bagi umat Islam, putus asa tidak ada dalam kamus kehidupan, karena putus asa adalah sifat kaum kafirin.
Inovasi
Inovasi sama maknanya dengan pembaharuan. Dikatakan pembaharuan karena sebelumnya telah ada sesuatu. Jika ada seseorang menciptakan sesuatu yang baru, yang sebelumnya belum ada, bukan inovasi, melainkan penemuan. Dengan demikian, inovasi adalah pembaharuan terhadap sesuatu yang telah ada sebelumnya kemudian terjadi perubahan ke arah yang lebih baik, lebih berkualitas, lebih menarik, lebih bermanfaat, atau lebih diminati pelanggan (konsumen).
Apa gunanya inovasi dalam kewirausahaan? Jawabannya sederhana, yaitu untuk menjaga eksistensi usaha agar produk yang ditawarkan tetap diminati konsumen sekaligus sebagai usaha memenangkan persaingan pasar. Boleh juga dikatakan, bahwa inovasi berguna untuk menjaga agar konsumen tidak bosan dan tetap setia menggunakan produk yang ditawarkan. Kebosanan atau kejenuhan konsumen merupakan ancaman bagi kelangsungan usaha, karena konsumen sewaktu-waktu akan pindah ke produk sejenis yang ditawarkan perusahaan lain.
Bagaimana caranya berinovasi? Sama, jawabannya sederhana, gunakan saja rumus Ta-Ku-Tiru-Ko.
Ta, maksudnya, tambahkan sesuatu pada produk yang telah ada. Misalnya, secara konvensional, surabi rasanya asin dengan sedikit tambahan bubuk oncom. Jika ditambah telur, atau keju, atau kentang, atau yang lainnya, atau tambah rasanya dengan sedikit manis, maka surabi yang satu ini lain dari yang lain, konsumen tidak akan merasa bosan.
Ku, maksudnya kurangi, mungkin ukurannya, beratnya, volumenya, atau bahkan harganya. Misalnya, sebuah perusahaan air mineral semula menjual dalam kemasan botol berisi 600 ml, kemudian dikurangi dengan kemasan lebih kecil (seukuran gelas), maka konsumen merasa hal itu adalah menarik dan unik.
Tiru, maksudnya dijiplak seadanya, apabila berinovasi dengan cara meniru produk lain yang sudah ada, tetapi peniru ini biasanya menjual dengan harga lebih murah.
Ko, maksudnya kombinasikan, salah satu unsur dikurangi, tapi unsur lain ditambahkan. Atau mengkombinasikan dua hal yang biasa. Sebagai contoh, memainkan beberapa bola kecil di tangan adalah permainan biasa, demikian juga memainkan piano dengan jari tangan adalah hal biasa. Tetapi jika memainkan piano dengan bola merupakan kombinasi yang luar biasa dan unik.
Satu hal yang perlu dihapami, bahwa inovasi erat kaitannya dengan kreatifitas. Maka, sekarang tambah pengetahuan, bahwa seorang wirausahawan harus memiliki keberanian, memiliki motivasi, inovatif, dan kreatif.
Semoga bermanfaat.
Rabu, 15 Oktober 2014
Motivasi dan Inovasi dalam Kewirausahaan
07.46
No comments
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar